Home » Karya » Dengusan Hamba

Dengusan Hamba

Di saat islam masih azmat berdiri
menunduk paderi mengecut para yahudi
biar belati dendam terpateri
tapi langkah mereka mati
tidak bernadi.

Sabankali dikerling rambang semesta raya
berapa banyak roh yang berteguh iman?
Beranut millah tekad melewa
omong meruntun menjaja dakwah
tapi diri entah sempurna tiang agama.

Islam di Maghribi dikotak-katik
dicanang puji dalam naskhah sejarah
ayuh teliti rapi, di panas saifi
terlihat ketam-ketam api berlumba-lumba
mengutip sisa-sisa dosa ,
menghumban ke lembah neraka.

Abdi dunia kini lupa ramai
bandar ini penuh wali-wali syurga
tapi nirmalanya diambus pergi
namanya dicekik mati empayar jahil
kasturinya ditepis berperi-peri
mana perginya jiwa sedar?

Agama itu pintu gerbang, namun
sayatnya ribuan keping hati kini binar
dinoda kejam globalisasi yang hancur
ditawan bengis ancaman sekularisasi.
inikan provokasi?

Islam perlu bangkit,
membukukan jasad-jasad keberanian dari medan mayat
menjadi padu keluli.
Usah dinanti badai berlagu kiamat bertiup,
kerna tika itu,
pintu-pintu cahaya diremuk tanpa nanti.

al fannani
15 Mac 2008 ; 1428
Casa de Playa.

( Antologi Bahasa Bumi )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s