Home » Monolog » LELAH

LELAH


LEMAS. Rasa ini yang acapkali menjalar secara perlahan lalu mengunyah kudrat. Meski payah namun harus kugagahi. Bagaimana harus ku butakan fikiran agar wajah itu tidak menjajahi penglihatan dan imaginasi? Terkadang, khayalan menyelinap masuk  memberikan sebentuk senyuman yang sangat luar biasa. Kuasanya sangat menenangkan lalu memerangkap ruh dan berkelana ke marga sana. Uh, berat sobat,  berat! Berat sangat rasa ini! Saat dan detik, segalanya dirasuk melankolik melahirkan sebak yang berat untuk ditanggung benak.

Ah! Nampaknya bukit itu harus kubelah lagi. Semoga perjalanan ini sering dirahmati. Doaku agar Ilah tidak menyekat nadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s