Home » Monolog » Nota Hati » Benarkah?

Benarkah?


Hati ini berbaur.
Ku endus sesuatu yang membahagiakan
ku hidu semacam gembira berita
ku rasa selembut bayu menyapa
aku waham…
ragu pada khabar,
setagal aku kaku,
bunyi inikah yang aku dengar?
Atau jeritan deras angin mengusir mega hitam?
Aku dingin…
berkali ku seru,
ku hirup bayu yakin,
namun nafas gusar tetap ku hembus,
aku bungkam…
inikah irama jaya?
Atau melodi gagal yang seram?
Aku terpaku…
esok adalah jawapan,
aku nanti yang benar,
aku ingin lepas dari penantian,
bebas dari zalim al-intizar,
kerana aku tidak sanggup dipenjara bisa lagi,
aku trauma.

06 Mac 2008 , 12.50 am
al fannani
Full House

Advertisements

11 thoughts on “Benarkah?

  1. hikss.. menunggu itu satu penyiksaan.. ape2 pun yang berlaku kite kene tabah dan sabar. moga ketemu bahagia 😀 kekeke. kalau dah lulus tu tahniah la..

  2. sungguh puitis bahasa pemilik tulisan hati ni…sekaligus membuatkan org yg membacanya terpaku sejenak.
    hehehe…

  3. memang puitis bahasa mu itu
    memang punya bakat
    memang karya yang menarik
    tapi agak sukar diterjemah dlm bahasa biasa kalia
    daaalaaam maknanya…..
    but gooood………

  4. like others said 🙂
    u have done it good..
    u have to keep up until u get excellent..
    once again.. congratulation for ur achievement 🙂

    wah.. nampaknya ko dulu ya baru aku.. heheheh.. but as i said.. u get it with honored and plus extra value..

    May ur future become more brighter and shiner day by day.. be tough 🙂

  5. yeah be tough…no more babat!!!
    ~~~ since life not always give u what u wanted to, be patient n there is still a light at the end of the tunnel ~~~ rite?

  6. Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,
    perlahan, semua pergi meninggalkanku,
    masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
    aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,

    sendiri, menunggu keputusan…
    Saudara, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
    Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak jugatinggal,
    Apalah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekanbisnis, atau orang-orang lain,

    Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.
    Saudaraku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,

    Keluargaku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
    Tangan kananku menghibur mereka,

    kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
    tetapi aku tetap sendiri,
    disini, menunggu perhitungan …
    Menyesal sudah tak mungkin,
    Tobat tak lagi dianggap,
    dan ma’af pun tak bakal didengar,
    aku benar-benar harus sendiri…

    Yaa.. Rabb-ku (entah dari mana kekuatan itu datang,
    setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
    jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
    jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
    beberapa hari saja…
    Aku akan berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
    yang selama ini telah merasakan zalimku,
    yang selama ini sengsara karena aku,

    yang tertindas dalam kuasaku,
    yang selama ini telah aku sakiti hatinya
    yang selama ini telah aku bohongi

    Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
    yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
    yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
    yang kumakan, bahkan yang kutelan.

    Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering kuumbar dulu.

    Dan Yaa Rabbil Izzati,
    beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
    untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
    teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan

    hati mereka,
    maafkan aku ayah dan ibu,
    mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu …

    beri juga aku waktu,
    untuk berkumpul dengan saudara dan kerabatku,
    untuk sungguh-sungguh beramal soleh,
    Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,
    bersama mereka …

    begitu sesal diri ini,
    karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuhkesia-siaan,

    kesenangan yang pernah kuraih dulu,
    tak ada artinya sama sekali …
    mengapa ku sia-siakan saja,
    waktu hidup yang hanya sekali itu,
    andai ku bisa putar ulang waktu itu …

    Aku dimakamkan hari ini,
    dan semua menjadi tak terma’afkan,
    dan semua menjadi terlambat,
    dan aku harus sendiri,
    untuk waktu yang tak terbayangkan …

    Andrean El-Fachri

    Mau lihat Artikel Islam dan sajak hati lainnya???
    please.. visit

    http://www.andreanelfachri.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s