Hingga Kini

TIDAK tahu apa yang mereka fikirkan. Hingga hari ini, sedariku masih berdiri dengan sehelai selendang yang kusimpul kemas di keliling pinggang; di dadanya tertulis kata ‘penantian’. Mimpiku ingin memakai kameja dan seluar panjang hitam masih belum kesampaian. Seperti mereka sedang bermain dengan emosiku. Hingga aku dicengkam senyap. Hingga itu juga mereka masih membiarkan ku terperangkap dengan musuh ketatku: Penantian.

Entah bila ‘merdeka’ akan menyelamatkan ku. (Hembus nafas berat)

Advertisement

Posted on October 22, 2011, in Monolog. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. bersabarlah duhai hati..insya Allah Allah maha mengetahui yang terbaik buat hamba-hambaNya..

  2. bacek bacek bacek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.