Duga Yang Belum Bernoktah

Keinsafan yang menjengukku semalam, memberikan salam kesabaran dan ketabahan. Namun, ketukan ragu dan waham di pintu hati masih kuat. Persoalan itu juga masih lagi bermain di halaman kepala. Saat ini juga dada menjerit seperti ditekan dengan perlahan. Penantian. Ya itulah yang memijak dada. Bagaimana kuusir segala kenakalan yang sering menjahanamkan taman iman?

Adapun mimpi telah menggambarkan beberapa simpang yang dikelilingi pokok doa. Kemanisan buahan dan dedaunan jaya yang berguguran dapat kurasa. Dan menerusi perjalanan itu ada kulihat sinar kuning yang kurasa aman tika memandang. Seperti kirmizi yang sering kunanti disetiap senja. Kedengaran deru anginĀ  seakan membisik itu seperti memberi ucapan kebahagiaan. Dingin. Tersangat dingin. Inilah ketenangan yang kunantikan.

Sedarku menghembus kecewa. Nampaknya aku masih diduga.

Advertisement

Posted on May 18, 2011, in Monolog. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Duga belum, bernoktah, namun tiada duka yang abadi. Masanya pasti tiba~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.